SUKU DAYAK

Suku Dayak Bukit atau Dayak Meratus merupakan masyarakat yang hidup di kawasan Pegunungan Meratus Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam kehidupan sehari-hari, suku Dayak Bukit sangat menjaga keharmonisan hubungan dengan lingkungan alam sekitar mereka. Bentuk kehidupan mereka yang selaras dengan alam merupakan bahan pembelajaran bagi generasi sekarang yang sudah sangat jauh mengabaikan faktor lingkungan dalam pengolahan lingkungan binaan. Dari sudut pandang akademik bentuk kehidupan (khususnya hunian suku Dayak Bukit) dapat menjadi salah satu sumber pengembangan ilmu pengetahuan arsitektur (teori arsitektur) khususnya teori yang menjelaskan bagaimana sebuah desain hunian yang selaras antara lingkungan alam dengan kehidupan manusia pemukimnya.


 
Untuk itu tulisan ini bertujuan menguraikan bagaimana konsep bermukim suku Dayak Bukit yang ditinjau dari aspek-aspek budaya-religi huma (berladang) suku Dayak Bukit. Penelitian menggunakan pendekatan grounded theory untuk menemukan konsep bermukim tersebut. Penelitian menggunakan kasus hunian balai adat Padang yang berlokasi di Kecamatan Loksado, kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provisi Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui metode wawancara secara purposive dan snow ball serta pengamatan lapangan, adapun analisis data menggunakan metode constant comparative (CCM).
Dari hasil penelitian akan diuraikan elemen-elemen konsep bermukim suku Dayak Bukit berdasar budaya-religi huma yang mencakup elemen obyek, elemen maknanya, dan elemen simboliknya.

No comments:

Post a Comment